this is my acknowledgment for extensive reading class which i put on the cover of the final report... i love this class very much!!!
The end of semester, June 2008
Dear Bu Arwi,
Thanks for a marvelous ER class. ER is an Extraordinary Room which inevitably gives us space to be creative thinkers. You never force me to do this and that, but I love to do all this semester projects.
Love and hug,
Trying-to-not-to-be procrastinator anymore
Rosaline Meda
I also write the longer acknowledgment on the first page to say thousand thanks to Allah and all the people around me that have given me strength to stand...
Thanks Allah for not letting me getting up late. I am afraid of not being able to get up at 2 a.m. I know that procrastinator like me should be punished with mountain of assignments, but this semester, is the hardest punishment. Thanks for still letting me alive…
Thanks Mom and Dad for the calling and praying that pouring me great spirit… I don’t know what my life would be without your love…
Thanks Bu Arwi for your companionship. There is no lecturer that wants to listen to student’s problem better than you…
Thanks to Eyang Wahab for being a great grandfather… there is no Professor that so humble and caring like you…
Thanks to Silvia, Endri, Miftach, and all the House of Forkis dwellers for your sisterhood, laugh, and care…
Thanks to Forkis member for letting me go off from duty for a while to touch my beloved homework…
And thanks to myself for not giving up!
This is the best work you have ever done!
Congratulation!!!!
"If you fall back a few steps, climb the stairs again”
Finally, it’s a nice ending
Friday, May 15, 2009
Dear Bu Arwi
0 comments
Posted by
Girl on the Block
at
5/15/2009 11:29:00 PM
Buat Meda
0 commentsKali ini, surat tulisan tangan tatik yang kuketik ulang di blog (persis aslinya, gak kurang, gak lebih!, tentunya atas seizin dia juga).. emm, aku lupa kapan dia menuliskannya. tapi sepertinya setelah ada beberapa masalah di Forkis... thanks to tatik...you dont know how precious your words to me...even till now...
Ok Da ceritamu tadi malam memberiku skemata baru. terima kasih atas ceritanya. And salut buat Meda. seandainya aku jadi kamu, mungkin aku gak akan sehebat kamu menghadapi permasalahan ini. Yang mencoba menjadi sahabat buat semua orang, mencoba menyelami permasalahan setiap orang hingga nyaris sempurna. Pokok'e Meda keren..lah.. Tapi tidak selayaknya para pengemban dakwah berkubang pada perasaan dan permasalahan pribadi (mungkin kalimat ini sangat tidak berperasaan, dan sok mau gak peduli permasalahan orang, sorry!!) karena dakwah ini harus realistis, bukan sebuah euforia...
aku hanya pengen...FORKIS dan orang-orangnya bisa menunjukkan taring-taring yang tajam dalam pergolakan pemikiran di Sastra. Kesempatan ini,aku gak tau, bakal kita dapatkan lagi ato nggak suatu saat kelak. Kesempatan untuk menjadi orang-orang pilihan, kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kita harus segera mengumpulkan puing-puing yang terserak.
.....................................................................................
Tatik mencintai dakwah ini. Kalo semua orang punya masalah, aku juga punya masalah. Masalahku guedhe...banget. Dan inilah masalahku. Aku gemes...huu...pokoknya gemes dengan dakwah yang tidak bergreget ini. sekali lagi maaf atas tulisan gak karuan ini. Wes pokok'e tak tunggu Meda datang padaku dan mengajakku begini: "Tatik, ayo kita....ayo kita..." dan aku akan jawab sambil berlari "...Ayo..."
Posted by
Girl on the Block
at
5/15/2009 08:43:00 PM
Dear Riza
0 commentssore tadi aku sudah minta izin ke Riza agar surat yang kutulis untuk dia tanggal 15 Juli tahun 2008 lalu boleh untuk kuposting di sini (aku masih menyimpan filenya ternyata). aku menyukai surat-surat yang kukirim atau kuterima dari teman-temanku karena semangat yang tersimpan di antara huruf-huruf itu membuatku sadar bahwa hidupku bukan hidup yang biasa.
berikut ini adalah keseluruhan suratnya...
Sebenarnya, aku bisa saja langsung berbicara kepada riza, tapi ya seperti kataku tadi, aku suka pakai surat. Lebih romantis.. he he...
Setelah rapat kita, setelah hearing problem dari kalian semua, dan setelah telfon ephy, memang ada masalah kronis, tapi bisa diatasi. Meda ga akan ngegombal ala sastra, tapi aku perlu bilang bahwa di tengah di kehidupan pribadi kita yang makin berat, ditengah tugas-tugas kuliah yang makin menggunung, dan di antara persiapan masa depanmu yang ibarat hidup dan mati (kau pasti tahu maksudku ), ada sebuah kewajiban besar di pundak kita SAAT INI, yang harus kita kita jalani HARI INI hingga sembilan bulan kedepan. Forkis dan Dakwah. Jika memang semua terasa berat, Meda bilang iya. Tapi ada seluruh tim untuk bersandar, ada Dzat yang tak pernah tidur untuk mendengarkan setiap rintihan kita. “ Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang kusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(Al-Baqarah 45-46).
Sekarang, yang menjadi pijakan kita setelah semua yang telah terjadi adalah membulatkan tekad untuk mewariskan peradaban forkis kepada adek-adek kita dengan sempurna, sehingga ketika tiba saat kita untuk melangkah pergi, ada pilar-pilar baru yang melepaskan kita dengan rela karena mereka yakin bisa meneruskan estafet perjuangan ini. Ya, sekarang aku mempunyai sebuah cita-cita yaitu untuk mempersembahkan yang terbaik bagi generasi sesudah kita. Setelah itu...
“...biarkan keyakinan kita, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kita. Dan... sehabis itu yang kita perlu... Cuma...”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa...”
(sepotong keyakinan dan mimpi dari novel 5 cm)
Dan meda tidak bisa sendirian untuk mewujudkan semua ini. Meda butuh sebuah tim yang sekuat dahulu, tim yang tidak bosan dengan agenda dakwah, tim yang menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan, tim yang siap bercucuran air mata dan darah, tim yang selalu optimis, tim yang saling menguatkan, tim yang tidak berpura-pura menjadi orang lain, tim yang hati dan pemikirannya satu, tim yang saling memberi informasi, tim yang selalu berkomunikasi, tim yang memegang rahasia perusahaan dan tim yang yakin bahwa semua ini hanya untuk Allah.
Kita adalah pewaris kejayaan. Pemegang estafet peradaban, dan zaman menunggu kita memberikan tongkat estafet ini kepada ahli waris kita dengan sempurna sehingga kejayaan dapat diteruskan. Kita adalah generasi terbaik, jadi mari kita tunjukkan bahwa kita adalah yang terbaik. Demi Allah dan demi tegaknya kalimat La illa ha ilallah.
Salam perjuangan dari
yang selalu mencintaimu dan akan selalu mencintaimu,
Rosaline
Posted by
Girl on the Block
at
5/15/2009 06:33:00 PM
Thursday, May 14, 2009
To: My Angel from Allah
0 comments(balasan dariku untuk mip2...)
Aku mencintaimu Mip, tapi kau berlebihan menilaiku… kau tahu betapa errornya juga diriku masalah sholat (pa lagi sholat subuh!), masalah kerapian, masalah perasaan, dan buanyak lagi…Aku tidak sebaik yang kau sebutkan mip, aku hanya mencoba untuk mewujudkan rasa cintaq padamu…jika kau melihatku sebagai bintang dan pohon, semoga itu adalah sebuah doa juga bagiku sehingga aku benar2 bisa menjadi sosok yang kau sebutkan di suratmu (najma?siapa najma? He he…)
Kau tahu kan, kau telah mengajarkan banyak hal padaku terutama ketegasan untuk mendirikan sholat…ah,aq malu kepadamu mip…malu sekali… dan bagaimana ketegaranmu telah menginspirasiku untuk terus menjadi kuat, untuk tidak menyerah… mungkin aku hanya memberitahumu beberapa teori keteguhan yang kumiliki, tapi kau mempraktekkannya dan tidak ada yang bisa mengajariku tentang kehidupan kecuali orang2 yang menjalani kehidupan sepertimu mip…
Kau tidak berhutang apa2 padaku dan kau tidak perlu membalasku… aku hanya ingin menjadi saudaramu,yang berjalan disampingmu,yang siap untuk memelukmu setiap saat ketika kau membutuhkanku… maafkan aq ya mip, jika rutinitasku membuatku sering tidak bisa bersamamu dan mendengarkan dirimu…aq hanya cerewet menasehatimu ini dan itu, tentang teori ini dan itu, tanpa mendengarkan masalahmu…
Aku selalu belajar darimu mip…
Teruslah untuk melangkah, sayank… gapailah impianmu akan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang membuatmu terus tersenyum dan membuat orang lain tersenyum juga. Jangan biarkan kerasnya kehidupan mengubah wajahmu yang manis menjadi pemurung. Bergembiralah, dan jaga perasaan senangmu sepanjang waktu. Tentukan hidup seperti apa yang kau inginkan. Allah tidak melarangmu untuk memiliki cita-cita berlapis-lapis seperti langit! Bahkan Allah memintamu untuk berpikiran besar dan berjiwa besar.
Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu…
Sebelum tidur, kau sempat bertanya mengapa kau membutuhkan orang lain untuk melihat dirimu padahal aku selalu bilang dirimulah yang mengetahui siapa dirimu…
Aku percaya dan yakin bahwa kau tahu siapa sebenarnya dirimu, apa kemampuanmu, apa kelebihanmu, dan apa kekuranganmu.. aku yakin kau tahu…
Hanya saja terkadang dalam hidup kita tidak berani mengatakannya karena apa yang kita lihat masih samar-samar, tertutup oleh aktivitas kita dan pikiran2 kita…
Kau bukannya tidak tahu, tapi kau butuh dukungan… itulah gunanya teman-temanmu seperti diriku ni (wah, senangnya bisa berguna untuk miftah, he2x)
Kalo boleh, akan kuibaratkan dengan para pemain bola yang sedang berjuang ditengah lapangan. Mereka tahu posisi mereka, kemampuan tendangan, kelemahan kecepatan lari, strategi,dsb. Tapi mereka masih membutuhkan pelatih yang berdiri di samping lapangan untuk berteriak-teriak kepada mereka, membutuhkan penonton yang mengabarkan pada mereka bahwa dukungan itu masih ada, membutuhkan rekaman pertandingan untuk mengevaluasi jalannya pertandingan…
Pelatih adalah mentor halaqah kita, penonton adalah orang2 yang agak jauh dari kita tapi mereka tahu apa yang kita lakukan, dan rekaman pertandingan adalah teman-temanmu seperti aku ini (jika aku masih kau anggap teman, he2x)… rekaman pertandingan memberitahumu kekuatan terbaik mana yang bisa kau keluarkan, kelemahan apa yang tidak boleh kau lakukan pada pertandingan berikutnya, well, pokoknya cermin yang bisa membuatmu kembali menyadari dirimu yang sesungguhnya, karena terkadang pada saat bermain di tengah arena, kita tidak sempat untuk berfikir tentang diri kita secara keseluruhan…
Tetap semangat ya mip.. tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum padamu…
Aq sayank mip-mip, sayaaank banget… lov u coz Allah…
(kamar kita, 9 agustus 2008, dini hari jam 2)
Posted by
Girl on the Block
at
5/14/2009 03:51:00 PM
To: Najma Al-Firdausy
0 commentsMalang, 06082008
17.39 WIB
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Subhanallah….walhamdulillah…wa laa ilaha Illallah…ALLAHU AKBAR!!!
...........................
Med, mifta selalu berdoa moga Allah akan selalu menjaga senyum yang merekah itu sampai kapanpun melebihi Meda menjaga senyumku. Mifta seneng banget Med, g tahu kenapa? Setelah kau berangkat, a nangis. He…Miph2 aneh! Yeach, it’s who I am. Stranger!
Kok bisa ya Med…: ) ya bisalah Miph! ...... He…doain Miphta ya… dan doaku selalu menyertaimu. BTW, tiba2 a bingung mengartikan namamu. Najma, pertama a artikan bintang, G salah kan? Tiba2 a ingat arti QS.55. Wannajmu wassajaru yasjudan , n artinya pohon. He…
Sudahlah! Pohon dan bintang sama indahnya. Bintang memberikan petunjuk pada orang yang tersesat, dan pohon memberikan asupan oksigen bagi orang yang kehabisan udara untuk bernafas, pohon bisa menjadi sandaran bagi orang yang limbung di tengah perjalanan, menjadi pegangan ketika seorang pengelana menyusur tebing curam, menjadi peneduh ketika terik dan hujan. dan KAU,…kedua arti itu ada pada MEDA.
Meda selalu memberikan petunjuk pada Mifta yang kehilangan pegangan, meda menuntunku untuk memahami siapa diriku, Meda mengajarkanku bagaimana menghadapi masalah2ku, meda memberitahuku kemana langkahku harus mengarah…
Meda selalu ada ketika mifta tersengal, kehabisan nafas Islamnya, Meda selalu menyokongku ketika mifta jatuh, Meda selalu menjadi sandaran ketika mifta membutuhkannya, meda menjadi peneduhku ketika hati mifta terik oleh beragam masalah, menjadi peneduh ketika hati mifta basah dengan cobaan dan ujian.
Med…mifta nggak yakin bisa menjadi mifta seperti sekarang tanpamu. Mifta bukan orang yang bisa mengutarakan sayang, mifta bukan type orang yang bisa membalas budi, tapi mifta ingin melakukannya, Cuma….ya…gitu. hanya Allah saja yang jadi wakil a untuk membalas kebaikan Meda.
Afwan jiddan ya Med, jika selama ini Mifta punya salah…saling mendoakan ya…..he…Insya Allah jika tidak ada halangan, Mifta akan dengan senang hati Meda repotin… Moga bisa sama2 ya Med..he…mohon doanya…
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
The girl under your light and your green leaves
(sepenggal surat dari mip2 untukku...)
Posted by
Girl on the Block
at
5/14/2009 03:41:00 PM
Cinta yang tak Pernah Cukup
0 commentsAkhirnya semua akan tiba pada suatu hari
Pada suatu masa yang telah lama kita ketahui
Pada suatu masa yang kita ingin hindari
Hari...
Ketika diri sejenak melepaskan program kerja
Ketika air mata berarti tak lagi bekerja dalam divisi yang sama
Ketika menghampakan hati adalah salah satu melarikan diri,
Melarikan diri dari kenyataan yang tegak menghujam bumi...
...Bahwa detik-detik dakwah yang kita lalui di tempat ini
Telah berbulan, bertahun...
Melahirkan tawa, canda, sedu, marah, serta air mata dakwah
Yang mewarnai mozaik kehidupan kita
I feel numb
I feel that I don’t want to leave this place
Even, I don’t want to write down any single piece of ‘goodbye’
This is the place where we grow up together
A sanctuary for everybody
A love
Tapi cinta ini tak pernah cukup berdiam dan terus di sini
Ada ribuan tempat yang perlu kita singgahi
Agar hati tidak mati
Agar cinta selalu bersemi di tanah titipan Illahi
Agar dakwah bergema di seluruh penjuru bumi
Kawan...
.... semua telah terekam dalam memori sanubari.
Mendewasakan, menguatkan, meneguhkan...
Saat-saat itu, tak pernah terlupa
Di manapun persimpangan menyapa.
Dan kita akan bertemu lagi
Di bawah naungan ridho Illahi. Amin.
A love
For my sisters
For being part of my life
For the dreams shared
For the dignity
Of Islam.
Thank U
December.15.2008
A Road Not to Taken
Jangan pernah takut untuk memantapkan langkah pada jalan yang jarang dilalui orang banyak jika kita yakin bahwa di ujung jalan pengembaraan kita, ada ridho Allah yang tak kan pernah teringkari.
ini adalah surat cinta untuk semua kawan-kawan seperjuanganku di FORKIS yang kutulis di LPJ Kemuslimahan 2008. Miss u all, girls...
Posted by
Girl on the Block
at
5/14/2009 03:15:00 PM

