Monday, May 18, 2009

Menunda Mencuci Baju adalah Kebodohan

3 comments

Ya, kebodohan yang tak terbantahkan! (jangan membantahku untuk hal ini!)

everybody who cares about me pasti notice kalo selama sebulan terakhir ini, i was turning into a living corpse, mayat hidup yang kerjaannya cuma tidur, makan, sholat. Thus, banyak pekerjaanku yang terbengkalai (banyak banget!!!! termasuk skripsi yang menentukan hidup matiku di kampus pun tak onggokkan begitu aja di sudut file laptopku..FIUH)...


Tapi skripsi yang tertunda tidak akan membuatku merasa bodoh kecuali aku ujian dan dibantai habis-habisan (ujianku masih lama, jadi aku tidak perlu khawatir dibantai saat ini). Ada hal-hal yang jauh lebih remeh dari skripsi, tapi menundanya membuatku mengutuk diri sendiri dan salah satunya adalah doing my laundry!! Mungkin semua orang akan ketawa dan bilang, "halah, itu kan cuma baju-baju kotor. bawa ke laudry beres kan?" NOPE!!! Not for me. I'm not a laundry lover. Jadi sebisa mungkin aku cuci bajuku manual otot kawat balung besi manusia, ho2x..idealis.

Well, secara slama ini aku berhasil mengembangkan sebuah kebiasaan baik (dan aku bangga, he2x) yaitu mencuci baju secara reguler dua hari sekali maksimal 6 potong. entah kenapa sejak dulu baju-baju kotor adalah beban terberat buatku dalam menjalani hari, so you guys know why i'm so upset ketika setelah sebulan yang aneh kemarin, tiba-tiba baju kotorku numpuk banget! hard work!

when i'm getting better (coba baca posting 'blogging it menyenangkan') dan ketika aku coba buat mengerahkan semangat untuk mencuci lagi, baju kotor itu gak abis-abis!! even until now..hiks...

sekarang aku mau mencuci dulu, sepertinya langit cerah..wish me luck..

NB:ada kebodohan yang lebih besar lagi yang udah kulakukan terkait sama penundaan...after washing deh...

[+/-] Read more...

Friday, May 15, 2009

Goldvish Phone

0 comments

According to the Guinness World Record, GoldVish phone is the most expensive mobile phone. The Gold Vish Le Million (just like its name,) costs 1 million euros, or about $1.45 million (around 1.1 billion rupiah). The unusual-shaped device is made out of 18-carat white gold and features 1,800 diamonds totaling 120 carats.

there are some questions that boggle my mind...


1. Who want to spend 1.1 billion rupiah just to buy a mobile phone?
2. What a huge decision! (And yeah, stupid I think. last year ago I just spent two hundred and ten thousand rupiah and I got a brand new cell phone! And it works well!)
3. How if the GoldVish is stolen?
4. How if we carelessly pour a cup of coffee?
5. How if somebody drops it from our table?
6. How if one the component doesn’t work?

Fiuh... The world must be crazy. We can use the money to save thousand of children in Africa or to solve the poverty in Indonesia.

[+/-] Read more...

Dear Bu Arwi

0 comments

this is my acknowledgment for extensive reading class which i put on the cover of the final report... i love this class very much!!!

The end of semester, June 2008


Dear Bu Arwi,

Thanks for a marvelous ER class. ER is an Extraordinary Room which inevitably gives us space to be creative thinkers. You never force me to do this and that, but I love to do all this semester projects.



Love and hug,
Trying-to-not-to-be procrastinator anymore
Rosaline Meda


I also write the longer acknowledgment on the first page to say thousand thanks to Allah and all the people around me that have given me strength to stand...

Thanks Allah for not letting me getting up late. I am afraid of not being able to get up at 2 a.m. I know that procrastinator like me should be punished with mountain of assignments, but this semester, is the hardest punishment. Thanks for still letting me alive…

Thanks Mom and Dad for the calling and praying that pouring me great spirit… I don’t know what my life would be without your love…

Thanks Bu Arwi for your companionship. There is no lecturer that wants to listen to student’s problem better than you…

Thanks to Eyang Wahab for being a great grandfather… there is no Professor that so humble and caring like you…

Thanks to Silvia, Endri, Miftach, and all the House of Forkis dwellers for your sisterhood, laugh, and care…

Thanks to Forkis member for letting me go off from duty for a while to touch my beloved homework…

And thanks to myself for not giving up!
This is the best work you have ever done!
Congratulation!!!!

"If you fall back a few steps, climb the stairs again”
Finally, it’s a nice ending

[+/-] Read more...

Life on the Refrigerator Door

0 comments

Novel, 220 pages
Author: Alice Kuipers

a very light but full of meaning story...

This story is about a girl named Claire and a mother (a doctor) who are too busy to see each other everyday even though they live under the same roof. Usually, they write a note and then attach it to the refrigerator door. Each of them cannot reduce their activities even when the mother is sentenced by another doctor that she got a breast cancer. Their life continues that way until the mother passed away.


hmm, I cannot imagine of living that way. Talk to refrigerator door almost every day and attach notes to answer? It sounds pathetic and violates the human right of getting compassion from each other. Human being is not a robot that doing multitasks without having enough time to be together with family. We need to talk, look at the eyes of our mother, hold her hands, and feel the warmth of her hug. I know that the frequency of meeting doesn’t guarantee that the family relationship will be good but having no minute to see our house members is a disaster for humanity.

[+/-] Read more...

Tuesdays with Morrie

0 comments

Novel, 192 pages
Author: Mitch Albom

It is a must read novel which i reviewed last year in my extensive reading class.. i love it and i bet everybody who wants to learn about life will love it too...


After not meeting for 16 years, finally Mitch came back to see his old kind professor, Morrie. However, his reunion that time was a little bit different since his professor was suffering from ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), a brutal disease that will kill him slowly. Every Tuesday, Mitch visited Morrie to discuss life from the eye of a dying man. By this last class with his professor, Mitch found out the meaning of life, love, and every uncertain thing about life which he used to be afraid of.

My Comment:
Professor Morrie is not a Moslem but almost all of his way of seeing life somehow represents Islamic values. How he tries to understand and accept life fully (without being conquered by his capitalistic surrounding that demands people to walk while they are sleeping or not realize what actually they are doing) has touched my inner invisible feeling and made me realizing some Islamic values I have forgotten. I cannot blink my tears back when I read the four last parts of this Mitch’s last thesis with his lifetime teacher since I am often afraid of loosing someone in my life. The idea is frightening me so much but the lesson of accepting what is happening in life sets me free from evil’s trap.


[+/-] Read more...

Buat Meda

0 comments

Kali ini, surat tulisan tangan tatik yang kuketik ulang di blog (persis aslinya, gak kurang, gak lebih!, tentunya atas seizin dia juga).. emm, aku lupa kapan dia menuliskannya. tapi sepertinya setelah ada beberapa masalah di Forkis... thanks to tatik...you dont know how precious your words to me...even till now...


Ok Da ceritamu tadi malam memberiku skemata baru. terima kasih atas ceritanya. And salut buat Meda. seandainya aku jadi kamu, mungkin aku gak akan sehebat kamu menghadapi permasalahan ini. Yang mencoba menjadi sahabat buat semua orang, mencoba menyelami permasalahan setiap orang hingga nyaris sempurna. Pokok'e Meda keren..lah.. Tapi tidak selayaknya para pengemban dakwah berkubang pada perasaan dan permasalahan pribadi (mungkin kalimat ini sangat tidak berperasaan, dan sok mau gak peduli permasalahan orang, sorry!!) karena dakwah ini harus realistis, bukan sebuah euforia...
aku hanya pengen...FORKIS dan orang-orangnya bisa menunjukkan taring-taring yang tajam dalam pergolakan pemikiran di Sastra. Kesempatan ini,aku gak tau, bakal kita dapatkan lagi ato nggak suatu saat kelak. Kesempatan untuk menjadi orang-orang pilihan, kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kita harus segera mengumpulkan puing-puing yang terserak.
.....................................................................................
Tatik mencintai dakwah ini. Kalo semua orang punya masalah, aku juga punya masalah. Masalahku guedhe...banget. Dan inilah masalahku. Aku gemes...huu...pokoknya gemes dengan dakwah yang tidak bergreget ini. sekali lagi maaf atas tulisan gak karuan ini. Wes pokok'e tak tunggu Meda datang padaku dan mengajakku begini: "Tatik, ayo kita....ayo kita..." dan aku akan jawab sambil berlari "...Ayo..."

[+/-] Read more...

Dear Riza

0 comments

sore tadi aku sudah minta izin ke Riza agar surat yang kutulis untuk dia tanggal 15 Juli tahun 2008 lalu boleh untuk kuposting di sini (aku masih menyimpan filenya ternyata). aku menyukai surat-surat yang kukirim atau kuterima dari teman-temanku karena semangat yang tersimpan di antara huruf-huruf itu membuatku sadar bahwa hidupku bukan hidup yang biasa.

berikut ini adalah keseluruhan suratnya...


Sebenarnya, aku bisa saja langsung berbicara kepada riza, tapi ya seperti kataku tadi, aku suka pakai surat. Lebih romantis.. he he...

Setelah rapat kita, setelah hearing problem dari kalian semua, dan setelah telfon ephy, memang ada masalah kronis, tapi bisa diatasi. Meda ga akan ngegombal ala sastra, tapi aku perlu bilang bahwa di tengah di kehidupan pribadi kita yang makin berat, ditengah tugas-tugas kuliah yang makin menggunung, dan di antara persiapan masa depanmu yang ibarat hidup dan mati (kau pasti tahu maksudku  ), ada sebuah kewajiban besar di pundak kita SAAT INI, yang harus kita kita jalani HARI INI hingga sembilan bulan kedepan. Forkis dan Dakwah. Jika memang semua terasa berat, Meda bilang iya. Tapi ada seluruh tim untuk bersandar, ada Dzat yang tak pernah tidur untuk mendengarkan setiap rintihan kita. “ Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang kusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(Al-Baqarah 45-46).

Sekarang, yang menjadi pijakan kita setelah semua yang telah terjadi adalah membulatkan tekad untuk mewariskan peradaban forkis kepada adek-adek kita dengan sempurna, sehingga ketika tiba saat kita untuk melangkah pergi, ada pilar-pilar baru yang melepaskan kita dengan rela karena mereka yakin bisa meneruskan estafet perjuangan ini. Ya, sekarang aku mempunyai sebuah cita-cita yaitu untuk mempersembahkan yang terbaik bagi generasi sesudah kita. Setelah itu...

“...biarkan keyakinan kita, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kita. Dan... sehabis itu yang kita perlu... Cuma...”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa...”

(sepotong keyakinan dan mimpi dari novel 5 cm)

Dan meda tidak bisa sendirian untuk mewujudkan semua ini. Meda butuh sebuah tim yang sekuat dahulu, tim yang tidak bosan dengan agenda dakwah, tim yang menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan, tim yang siap bercucuran air mata dan darah, tim yang selalu optimis, tim yang saling menguatkan, tim yang tidak berpura-pura menjadi orang lain, tim yang hati dan pemikirannya satu, tim yang saling memberi informasi, tim yang selalu berkomunikasi, tim yang memegang rahasia perusahaan dan tim yang yakin bahwa semua ini hanya untuk Allah.

Kita adalah pewaris kejayaan. Pemegang estafet peradaban, dan zaman menunggu kita memberikan tongkat estafet ini kepada ahli waris kita dengan sempurna sehingga kejayaan dapat diteruskan. Kita adalah generasi terbaik, jadi mari kita tunjukkan bahwa kita adalah yang terbaik. Demi Allah dan demi tegaknya kalimat La illa ha ilallah.


Salam perjuangan dari
yang selalu mencintaimu dan akan selalu mencintaimu,
Rosaline

[+/-] Read more...